MY LOVE
Sabtu, 23 April 2011
Jumat, 22 April 2011
PUISI DALM KERUDUNGMU
Puisi adalah kata-kata suci yang melambangkan senyuman dan sebuah desahan yang mengeringkan air mata HATI
Ia adalah sebuah roh yang suci yang berdiam dalam jiwa pujangga yang hanya merupakan alur cerita dan kasih sayang yang merupakan rayuannya…
Puisi yang tidak muncul dalAm bentuk alur adalah sesuatu kepalsuan dalam mata hati…
Puisi adalh kilatan cahaya yang sangat menyilaukan mata hati dia hanya menjelama menjadi sekedar komposisi apabila hanya terdiri atas gubahan kata-kata
Bila engkau berkerudung jangan kau lepaskan,sebab keindahan akan terpancar dari krudungmu yang putih suci yang engkau akan dapatkan dari seorang yang mengangumi sebuah keindahan puisi dalam krudungMU….

Pelangi Itu Akan Muncul Setelah Hujan……….
Pelangi biasanya muncul setelah hujan. Begitu juga dengan kehidupan yang kita jalani. Bahwa keindahan akan muncul setelah kesulitan nyatanya adalah benar….. Mungkin nggak selalu pelangi muncul setelah hujan, tapi adanya keindahan setelah kesulitan adalah janji Allah “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Q.S 94 : 5)
Tergantung apakah kita ikhlas menerima kesulitan itu atau tidak. Apakah kita bisa sabar dan pasrah mengadapi kesulitan itu atau tidak.. Apakah kita berbaik sangka padaNya atau tidak..Maka keindahan akan benar2 muncul, jika kita ikhlas, sabar dan selalu berbaik sangka pada maksud Allah pada kita. Berbaik sangka menjadi sangat penting kita pahami untuk melangkah kepada keikhlasan, dan ikhlas adalah jalan menuju sabar..
Kita ini manusia, yang tidak pernah tau maksud Allah memberi (kesulitan) itu.. Kadang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah.. begitupun sebaliknya. Allah itu Maha Tahu apa yang kita inginkan dan lebih Tahu lagi apa yang kita butuhkan.. (ingin =/ butuh). Jadi yang pasti, hasil akhirnya… itu yang terbaik untuk kita. Allah yang menciptakan kita, tentu Dia lebih tau tentang kita…
Jadi jangan pernah menganggap kesulitan itu musibah… karena seperti halnya hujan yang sebagian manusia menganggap sebagai musibah tapi sebagian manusia yang lain menganggapnya berkah.. Manusia yang memiliki prasangka baik dan pandai bersyukur yang menganggap hujan sebagai berkah tak terkira.. Tidak dikatakan ada kemudahan jika tidak ada kesulitan.
Dan percayalah, pelangi akan muncul setelah hujan…………

"Putus Nyambung"
Entah terilhami oleh lagu putus nyambungnya BBB atau hanya sekedar kebetulan, yang jelas putus nyambung jadi trend bagi anak" dikostanku.Bukan cuma 1 orang, tapi beberapa orang yang melakukannya. Dengan berbagai macam alasan akhirnya mereka harus putus dan akhirnya nyambung.
1. Kasus pertama
Mungkin takdirnya menjadi pacar pertama seorang cowok yang baru kali ini merasakan indahnya cinta, temanku (cewek) harus mengajari cowoknya tentang bagaimana memperlakukan cewek. Dengan sabar menjalani hubungan meski sering sekali terabaikan. Si cowok masih terbiasa dengan kesendiriannya yang dulu, sehingga masih belum bisa membagi waktu dengan ceweknya. Kadang si cewek butuh teman untuk hari-harinya, itulah sebabnya dia kadang jalan sama teman-teman yang lain, entah itu cowok ataupun cewek. Ketika melihat ceweknya jalan dengan orang lain, si cowok selalu saja jeules. Si cewek bingung harus bagaimana, karna tidak semua hal bisa dia lakukan sendirian. Si cewek tidak boleh minta bantuan pada orang lain, padahal cowoknya tidak bisa memenuhi keinginan si cewek. Karena tidak kuat maka si cewek memutuskan untuk berpisah dengan pacarnya.Sebelum dia meminta putus, si cewek sudah bercerita ke teman-temannya kalau dia sudah putus. Dan ketika si cewek benar-benar minta putus pada si cowok, ternyata si cowok tidak mau. Si cowok menangis sambil bersujud di depan si cewek dan memohon untuk diberi kesempatan untuk berubah. Berusaha untuk lebih mengerti keinginan si cewek. Karena si cewek tidak tega, akhirnya dia batal putus. Dengan sedikit rasa malu, temanku (si cewek) mengatakan kalo dia sudah balikan.
2. Kasus kedua
Temanku (cewek) sudah hampir 1 thn pacaran dengan temannya kuliah. Mereka berdua merasa cocok sekali. Jarang sekali mereka bertengkar. Kemana-mana sering bersama. Si cowok sudah kenal baik dengan keluarga si cewek. Dan keluarga si cewek senang dengan kepribadian si cowok yang sopan, baik, ramah, mudah bergaul. Hingga suatu sore, ketika keluarga si cewek menginap di salah satu hotel di daerah Songgoriti Malang. Saat itu si cewek masih dikosannya. Dan orang tua si cewek menginginkan anaknya datang dan menginap di hotel bersama mereka. Karena jarak antara kost dengan Songgoriti lumayan agak jauh, jadi orang tua si cewek menyarankan si cewek agar datang dengan diantar oleh cowoknya. Tapi si cowok ga bisa mengantarnya dengan suatu alasan. Hanya karena itu, ibu si cewek berubah fikiran dan tidak menginginkan anaknya berhubungan dengan tuh cowok. Menurut ibu si cewek, si cowok tidak bertanggung jawab karena membiarkan anaknya datang ke songgoriti sendirian. Mana tanggung jawab si cowok sebagai pacar dari anaknya. Jika sekarang saja saat masih pacaran sudah tidak menghargai anaknya, bagaimana jika nanti sudah menikah, pasti akan ditelantarkan begitu saja. Sebenarnya niat si ibu baik, tapi apakah baik menurut ibu juga akan baik buat anaknya?Anaknya merasa tersiksa. Dia sangat menyayangi pacarnya, tapi apalah daya si ibu tidak menyetujui hubungannya dengan tuh cowok. Si cewek tidak ingin backstreet, karena jika dia melakukannya, sama halnya dia membohongi orang yang telah melahirkannya. Akhirnya dengan berat hati mereka putus. Tapi, baru sekitar 2 mingguan mereka sudah jalan bareng, masih sering berbagi kasih sayang. Jadi meskipun putus, di dalam hati mereka berdua, mereka tetaplah pacaran. Itulah sebabnya, jika mendengar lagu putus nyambungnya BBB, si cewek selalu senyum" dan merasa tertohok oleh lagu itu.
3. Kasus ketiga
Temanku (cewek), beberapa hari terakhir jarang sekali dikunjungi sama pacarnya, entah sibuk atau gimana, tapi temanku merasa terabaikan.Hubungan mereka sempat terancam putus. Tapi si cowok mulai sadar kalau dirinya yang salah, karena terlalu sibuk dengan urusannya. Akhirnya si cowok meminta maaf, dan mereka baikan lagi.
4. Kasus keempat
Temanku lagi (cewek), pacaran jarak jauh dengan seorang cowok. Tidak tau kenapa, tiba-tiba si cewek bilang ke saya kalau dia putus. Tapi dia bercerita dengan tegar. Dan dia bilang lagi, kalau sebentar lagi pasti si cowok memohon untuk balikan. Ternyata benar, besoknya temanku balikan lagi dengan pacarnya.
5. Kasus kelima
Yang ini sungguh unik bak telenovela. Hampir tiap hari dilewati dengan senyum dan tangisan. Pagi mereka tersenyum dan tertawa bersama. Siang menghilang dari peredaran. Malam menangis berdua, di hiasi dengan lemparan benda-benda disekitarnya. Tapi besok paginya mereka sudah tertawa bersama lagi.Dan masih banyak kasus-kasus putus-nyambung lain yang ada dikostanku beberapa minggu terakhir ini.
Ah kenapa cinta, suatu ketika kau membuat orang tertawa dan bahagia tapi disisi lain kenapa kau lukai hati mereka???


kesabaran seorang istri
Sebenarnya apa tugas utama seorang Istri?
Mengurus rumah, mengurus semua kebutuhan suami, mengurus anak2. Apa hanya itukah Tugas Seorang Istri?
Lalu, bagaimana dengan Tugas Seorang Suami? Hanya mencari nafkah dan jadi Kepala Keluarga semata?
Bagaimanakah kalau Laras sebagai seorg istri yang jg bekerja mencari nafkah? Atau mungkin dibalik saja Laras yang menjadi kepala keluarga mencari nafkah dan mencukupi semua kebutuhan rumah tangga sedangkan Hanafi suaminya hanyalah pengangguran? Apa yg suami lakukan?
Hanafi mencoba melamar2 pekerjaan tapi, tak kunjung jua mendapatkan pekerjaan yg pasti dan tetap sedangkan Laras yang sudah lebih dahulu memiliki pekerjaan yang tetap harus membanting tulang mencari nafkah seharian. Capek, Lelah, yg istri rasakan dengan seabrek masalah yg dihadapi di kantornya. Belum lagi setibanya dia di rumah dia harus tetap mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci baju, mengepel, menyetrika baju dan msh byk lagi hingga tengah malam dia baru bisa istirahat.
Pdhal yg selalu ada dibenak sang istri bgt dia sampai di rumah dia bisa istirahat menghilangkan lelah seharian bekerja sembari nonton tv dan tidur cepat hingga keesokkan harinya bisa fresh. Tapi, apa yg didapatkan sang istri? Rasa lelah yang berkepanjangan.
Lalu, kemana dan ngapain aja sang suami seharian?
Memang Hanafi sering membantu pekerjaan Laras di rumah. Dia bereskan semua pekerjaan rumah tangga sehingga sang istri pulang bisa istirahat total. Dibuatkannya air panas untuk mandi Laras, dibuatkannya teh hangat dan dia siapkanmakan malam utk istrinya tercinta. Terkadang pijitan2an sayang dia berikan utk istri tercintanya hingga istrinya tertidur dengan lelap.
Oh…sangat pengertiannya suamiku mgk hanya ini yg ada dibenak Laras.
Laras adalah seorang wanita yang sangat sabar dalm menghadapi suaminya yg pengangguran, dia sama sekali mementingkan kebutuhannya meski hanya sekedar untuk memanjakan diri ke salon atau untuk beli baju baru. Tetapi, yang dipikirkan selalu suaminya asalkan suaminya bisa makan dan punya pakaian yg bagus dia pun ikut bahagia. Kebahagiaan suaminyalah yg paling ptg untuk Laras. Meski dia sangat jarang sekali suaminya tiap bulan mengajaknya beli bajukah, atau makan di restoran itu bukanlah hal yg ptg buat Laras karena suaminya orang yg sangat senang dengan masakan istrinya.
Tetapi, kehidupan ekonomi tak bisa ditutupi terkadang Hanafi emosi yg gak jelas malah kadang spt anak kecil terlebih lagi apabila Hanafi sedang punya uang dan Laras tak punya uang sepeser pun hanya tinggal untuk transportasi saja. Istrinya rela bangun pagi2 untuk memasak makan sang suami dan bekalnya ke kantor lumayanlah ngirit uang makan. Laras tetap sabar dan ikhlas menjalani hari2nya, meski sangat jauh berbeda dari teman2nya di kantor yang masih bisa jajan atau makan enak.
Di suatu pagi menjelang Laras berangkat kerja Tiba2 si suami berkata “kamu kok berangkatnya selalu telat?” Laras menjawab “aku punya waktu sampai jam 8.15 mas dan gak ada masalah krn bukan hanya aku saja yang telat.” Tiba2 si suaminya berkata “kamu jangan memandang org lain trs ukur diri kamu sendiri gak usah ikut2an kamu tak tinggal lho (berangkat duluan)” dengan nada kesal istrinya menjawab “tinggal aja sana”
Suaminya langsung pergi tanpa pamit dan Laras pergi kerja dengan rasa kesedihan dengan rasa yang aneh thd sikap suaminya kalau dia bernagkat pagi2 suaminya tidak rela tapi kalau berangkatnya telat dia marah2 serba salah jadinya. Memang sih waktu itu suaminya buru2 karena ada panggilan interview di sebuah perusahaan.
Selama di perjalanan Laras berfikir, ini bukan pertama kalinya suaminya sensitif ini. Selama bertahun2 dia hidup bersama suaminya selalu seperti ini terlebih jikalau dia memiliki uang sedangkan istrinya sudah tak memegang uang lagi semuanya habis untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga mereka. Tapi, jika si istri masih punya uang suaminya sangat manis dan tak pernah marah2. Jikalau Laras ngomong baik2 ttg sikap suaminya ini Hanafi tetep memiliki 1000 pembelaan diri, dia gak mau diukur dengan materi krn buatnya materi itu gak penting tp SABAR dan SANTUN yg paling penting. Selalu itu yg Hanafi katakan pd Laras tp, Laras tau betul kebiasaan suaminya.
“Ya Allah kurang apa aku ini di mata suamiku? Sekian lama aku tutupi statusnya yg pengangguran dari keluarga besarku. Tapi kenapa suamiku tak pernah mau mengerti aku? Salah aku apa Ya Allah? Apakah karena aku belum bisa memberikannya seorg anak sehingga dia bisa seperti ini padaku” Laras hanyut dalam do’a2nya dan hanya menangis yg bisa dia lakukan.
Bukan hanya itu juga tak jarang kalau Hanafi di pagi hari sudah marah2 dan ngambek, bgt tiba di rumah dan ketemu istrinya dia mau bercengkrama dg istrinya. Tapi, dia hanya diam 1000 bahasa hingga Laras mau minta maaf terlebih dahulu. Istrinya sering mengalah dalam hal ini karena dia pikir di rumah ini kami hanya berdua kalo gak ada yg diajak ngobrol harus ngobrol sama sapa lagi? Tapi, terkadang jg Laras ttp diam semata2 dia jg mau suaminya menyadari kesalahannya.
Hmmm…Sebenarnya siapakah yg harus disalahkan dalam masalah ini? Si istri yg terlalu perasa atau suaminya yg pengangguran sehingga memaksanya harus mjd seorang yg sensitif? Tapi Laras sangat menerima dengan kondisi suaminya saat ini dan dia tidak menuntut apa2 dari suaminya.
Terkadang sang istri merasa iri dg teman2nya yg serba kecukupan baik dari suaminya punya pekerjaan yg mapan dan gaji tinggi, materi kecukupan, memiliki rumah yg mewah, punya anak…”begitu bahagianya mereka. Sedangkan aku punya motor aja masih kredit dan itu belum lunas, msh ngontrak di rumah yg kecil krn gajiku tak cukup untuk ngontrak rumah yg lbh besar lg, belum lagi suamiku yg pengangguran.” Laras meratapi kondisi rumah tangganya yg sulit “Astaghfirullahaladzim… tak seharusnya aku begini Ampuni aku Ya Allah yang mgk kurang bersyukur atas nikmat dan rahmat yang telah Engkau berikan pada kami” Laraspun terhentak dari ratapannya.
Terkadang Laras ingin berbagi cerita tapi pada siapa dia harus cerita? Temankah? Apakah mereka bisa membantu mengurangi derita Laras? Tentu tidak paling mereka hanya jadi pendengar yg baik dan merasa kasihan padaku, sedangkan aku tidak butuk dikasihani apalagi ini aib rumah tangga yg bukan utk konsumsi publik.
Keluargaku? Jangan, ini akan jadi boomerang utkku habis dicaci dan dimaki oleh keluargaku karena dulu yang ngotot untuk menikah dengan Mas Hanafi itu aku. Gimanapun aku harus menjaga nama baik suamiku. Laras terus berpikir…
Apa mertua aja ya? Secara mertua sudah tau kondisi suamiku, tapi, janganlah mereka sudah pada tua dan gak sepantasnya aku membebani pikiran mereka lagi. Lalu, pada siapa lagi aku harus berbagi untuk mengurangi kesedihanku ini? Laras terus berpikir…
Ya…benar hanya pada Allah aku bisa mencurahkan semuanya. Hanya Pada Dia aku bisa menceritakan semuanya dan hanya Allah yg bisa menolong kami. Meski Laras harus selalu menangis di setiap Sholatnya setidaknya sudah mengurangi beban Laras.
Akhirnya Laras memutuskan hanya menyimpan rapat2 kondisi rumah tangganya dari semua org biarlah dia yg mengalami dan merasakannya. “Syukur Alhamdulillah suamiku jg sgt menyayangi aku, dia tidak menuntut apa2, emang dia kadang sensitif sekali tapi itulah sifatnya nggak apa2 aku terima ini sudah resiko aku mau mengarungi bahtera hidup ini bersamanya hingga ajal menjemput kami.” Laras tersadar dari semua…
setidaknya dia masih bisa bersyukur kalau suami seperti Mas Hanafi tidak pernah menyalahkannya hingga 2,5 tahun mereka belum memiliki keturunan dari rahim Laras. Itu yg membuat Laras semakin semangat menjalani hidup ini, meski banyak kekurangan yg ada didirinya dan suaminya. Pasti semua ini ada hikmah yg baik untuknya dan suaminya.
Laras hanya bisa bersabar, pasrah dan ikhlas menjalani hidupnya bersama suaminya dan terus berharap suatu saat Allah bisa memberikannya keturunan dari rahimnya sendiri dan suaminya jg bisa menjadi org yg sukses, Insyaallah.. apapun keadaan suaminya Laras ikhlas menerimanya karena tujuannya adalah ingin mengabdi dangan setia pada Allah Sang Maha Pencipta dan suaminya.
Ya Allah Kuatkan kami berdua dalam mengarungi bahtera rumah tangga kami dan menjalani kehidupan ini. jangan Engkau berikan kami berdua ujian dan cobaan yang melebihi batas kemampuan kami Ya Allah…Amien
Rabu, 20 April 2011
“Maaf,,,,”
Ada sebuah kutipan yang menarik yang menyatakan bahwa.. “cinta dan kebencian berkobar karena hal-hal kecil”... berdasarkan pengalaman pribadi dan beberapa teman-teman, tetangga juga saudara.. ternyata memang benar begitu adanya. dari hal-hal kecil dan sepele bisa muncul perasaan abstrak sekaligus aneh bin ajaib yg dinamakan cinta dan dari hal-hal kecil dan sepele juga bisa muncul perasaan benci yang berkobar-kobar hingga berkembang menjadi perasaan marah yang membara,,, bahkan pada saat yang bersamaan kedua perasaan ini bisa muncul bersamaan juga dan berawal dari hal-hal yang kecil dan sepele,, makanya ada istilah “benci tapi rindu”… hehhe,,,
Banyak sekali faktor yang bisa jadi pemicunya,,, mulai dari hal-hal yang ga penting banget hingga hal-hal yang mendasar,, mulai dari komentar-komentar ataupun sikap yang tanpa disadari sebelumya akan menjadi akar permasalahan sampai pada hal-hal prinsip dan komitmen yang dilanggar,,, sebenarnya ini terjadi karena persepsi yg berbeda dalam memandang satu permasalahan yg muncul,, ditambah sedikit ego dan dibumbui ke aroganan serta perasaan superior bahwa masing2 pihak merasa mereka paling benar tanpa terbantahkan hingga perasaan cinta & sayang tersudut dan tenggelam dlm tumpukan emosional yg trkadang membabi buta tanpa melihat sisi kebenaran dari sudut pandang manapun…
Hufh.. sangat menarik sekaligus membingungkan, menguras emosi juga membuang energi, mengaduk-aduk perasaan serta pemborosan air mata dan luberan kata-kata yang ga cuma bikin sakit telinga tapi juga sakit hati,,, tapi anehnya ternyata tetap diminati banyak orang… hampir jadi rutinitas karena terjadi berulang-ulang,,
Apapun itu masalah dan penyebabnya,, sebenarnya penyelesaianya juga sepele dan simple, cukup dengan ucapan kata “maaf“, terlepas dari benar ataupun tidaknya diri kita masing-masing,,, maka kemarahan akn mencair dan menguap pelan2.. meskipun memang pada kenyataannya sangat sulit untuk mengucapkan kata “maaf” dengan kesadaran dan keikhlasan, apalagi dlm kondisi emosional yang sedang tinggi, dibutuhkan kebesaran jiwa dengan mengesampingkan ego, membunuh perasaan superior dan membuang jauh-jauh ke arogananmu hingga akan terucap kata maaf dengan ikhlas tanpa syarat..
Akhirnya,,,,, dengan mengesampingkan egoku, juga dg setulus hatiku dan segenap jiwaku,, aq ucapkan kata maaf unt apapun yg menjengkelkan dari diriku, sikap pun tutur kata yg tidak seharusnya kulakukan dan kuucapkan terlepas dari apapun pemicunya,, aku sadar aku tetap salah dan tidak akan ada alasan yang bisa membenarkannya,,,, :’(((((
Semoga ini bisa menjadi terapi kejiwaan, pendewasaan sikap, kematangan karakter, ladang pahala, juga untuk meringankan beban emosi terhadap apapun dan siapapun,, :))))
KEKASIH AWAL DAN AKHIR
Malam menanti siang, Siang menanti malam, Bagai berkurun lamanya, Masa memisahkan kita, Hingga kuterlupa, Pada paras rupa...
Malam menanti mimpi, Siang mencari arti, Tersingkap seribu makna, Terucap seribu kata, Terkupaslah, Rahasia...
Sekian lama berpisah, Akhirnya bertemu, Mengenang dosa, Mengenang rindu, Dan ternyatalah, Cintaku yang satu...
Kau kekasih awal dan akhir, Kau kekasih batin dan zahir...
Setelah kusadari, Cintamu yang abadi...
Tak kuheran tak kupeduli, Walau bulan jatuh ke bumi, Dan hadir bidadari, Tak kuimpikan lagi...
Karena kau lebih mengerti, Karena kau lebih kukasihi...
Langganan:
Komentar (Atom)


